5 Fakta Mengenai “Human Trafficking”

Sumber : Patheos

Sobat SPACERS, “Human Trafficking” merupakan hal yang “mengerikan” di dunia ini. “Human Trafficking” ini sendiri merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan kegiatan perdagangan manusia dari segala umur yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Biasanya, para korban perdagangan manusia ini diperjualbelikan untuk berbagai alasan atau tujuan, misalkan untuk dijadikan Pekerja Seks, Pekerja Paksa, Pekerja di Bawah Umur, dan sebagainya. Ironisnya, mayoritas dari korban “human trafficking” ini adalah anak-anak yang masih di bawah umur.

Sumber : The Borgen Project

Biasanya, para oknum mengelabui korbannya dengan berbagai cara, misalkan dengan menjanjikan memberikan sang korban pekerjaan dengan upah tinggi. Namun, sesampainya di tempat sang oknum, korban lalu “dikurung” untuk kemudian dijual ke pihak lain.

Nah, sobat SPACERS, untuk memperdalam informasi mengenai hal ini, selanjutnya kita akan membahas fakta-fakta penting yang perlu kita ketahui mengenai praktik “human trafficking” ini.

Baca lainnya  Ketika Kalian Berkunjung Ke Luar Negeri, Perhatikan Simbol Tangan Ini Agar Kalian Tidak Di-Deportasi!

Human Trafficking

Sumber : Linkedin

“Human Trafficking” merupakan kegiatan merekrut atau menculik seseorang secara paksa, untuk kemudian sang korban akan dijualĀ secara paksa, dan kemudian dipekerjakan juga secara paksa diluar kemauan pribadinya. Meskipun banyak cara telah dilakukan untuk menghentikan praktik perdagangan ini, namun sepertinya praktik ini malah semakin marak, dan jumlah korbannya semakin bertambah. Saat ini, diprediksi bahwa jumlah korban perdagangan manusia pada era modern ini menyentuh angka 21 juta korban, dimana angka ini merupakan salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah.

Keuntungan Yang Diperoleh dari Praktik Ini Sangatlah Besar

Salah satu faktor yang membuat banyak oknum tertarik untuk terjun ke praktik ini adalah mereka dapat dengan mudah meraup keuntungan dari hasil memperjualbelikan manusia yang mereka rekrut secara paksa. Misalkan saja, pada tahun 2003, seorang pekerja seks komersial di Belanda dapat memperoleh uang hingga $250.000 dalam setahun. Karena faktor inilah, perdagangan manusia menjadi salah satu kegiatan kriminal yang paling banyak dilakukan di dunia.

Baca lainnya  Fakta-Fakta Mengenai Ice Shelf Yang Pecah Di Antartika

Korban Dipilih Berdasarkan Warna dan Ras

Fakta lain yang ditemukan mengenai praktik ini adalah bahwa pekerjaan yang akan dilakukan oleh sang korban cenderung dibedakan berdasarkan warna kulit dan ras. Misalkan saja, menurut data dari FBI, sebanyak 26% dari para pekerja seks komersial di Amerika merupakan warga berkulit putih, sementara sebanyak 40% merupakan warga berkulit gelap. Tidak hanya itu, dari total korban yang bekerja sebagai buruh paksa, sebanyak 63% merupakan warga Hispanik, sementara 17% merupakan warga Asia.

Baca lainnya  Bahasa Tubuh Ini Ternyata Punya Arti Yang Beda Di Setiap Negara

Perdagangan Anak

Salah satu bentuk perdagangan manusia adalah perdagangan anak. Ironisnya, kebanyakan kasus yang berhubungan dengan praktik “human trafficking” ini merupakan kasus perdagangan anak. Lebih parahnya lagi, Asia merupakan benua dimana praktik perdagangan anak ini paling banyak terjadi.

Mayoritas dari Korban yang Dipekerjakan sebagai ProstitusiĀ adalah Para Remaja

Praktik Perdagangan manusia ini juga memunculkan fakta baru yang tidak kalah “menakutkan”, dimana ternyata mayoritas dari mereka yang dipekerjakan secara paksa sebagai pekerja seks merupakan para remaja. Di amerika, par akorban ini mulai sudah mulai diperdagangkan sejak usia 12 tahun. Tidak hanya itu, mereka juga tidak memiliki kendali atas diri mereka, dimana jumlah “konsumen” yang mereka layani ditentukan oleh sang oknum.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here