5 Kasus Hacking Terbesar di Dunia, Ada Yang Hack Sistem Nuklir!

5 Kasus Hacking Terbesar di Dunia, Ada Yang Hack Sistem Nuklir
Source Photo: http://www.businessinsider.com/

Halo Sobat Spacer! Baru – baru ini, publik dikejutkan tentang adanya peretasan atau hacking pada salah satu website telekomunikasi terbesar di Indonesia. Walaupun sebetulnya, kasus tersebut lebih cocok disebut Defacing alias mengganti sebuah halaman website untuk tujuan tertentu. Namun, kasus defacing tersebut membuat orang – orang semakin bertanya dan mencari tahu tentang dunia hacking.

  • Hacking adalah sebuah aktifitas yang bertujuan untuk menerobos program komputer milik orang lain.
  • Defacing adalah sebuah aktifitas untuk mengubah halaman / situs web.

Berita defacing (mungkin lebih populer ditelinga orang awam jika disebut hacking) website telekomunikasi tersebut tersiar hingga ke luar negeri. Tapi, ternyata sebelumnya juga telah ada kasus peretasan / hacking yang dianggap terbesar di Dunia. Bahkan ada yang meretas ‘sistem nuklir‘. Penasaran kasus peretasan terbesar di Dunia?  Ini dia 5 kasus peretasan / hacking terbesar di Dunia.

5 Kasus Peretasan (Hacking) Terbesar di Dunia

5Kasus Ashley Madison (2015): Korban hingga 37 Juta User

Tahun 2015 lalu, publik Canada & Amerika Serikat dikejutkan tentang berita terbobolnya sistem keamanan Ashley Madison. Ashley Madison adalah sebuah website untuk berselingkuh tanpa ketahuan. Namun, karena ulah hacker, website Ashley Madison berhasil ditembus dan dikabarkan mendapatkan informasi privasi dari 37 juta user yang mendaftar pada jejaring Ashel Madison tersebut.

Baca lainnya  Apa Itu Virus Ransomware Wannacry & Bagaimana Mencegahnya

Takut identitas user ketahuan oleh istrinya, seorang pengguna Ashley Madison dikabarkan hingga bunuh diri. Kasus ini dianggap menjadi salah satu kasus peretasan / hacking terbesar di dunia.

4Kasus Melissa Virus (2009): Hampir 20% Komputer di Dunia Terinfeksi!


Pada saat pertukaran informasi via e-mail sedang pamor – pamornya, seseorang dari New Jersey mengambil kesempatan ini. Ia membuat sebuah macro-virus yang dapat masuk ke sistem windows. Persebarannya sebetulnya juga terbilang simple, yaitu sebuah virus yang telah menginfeksi sebuah komputer nantinya akan mengirimkan email ke kontak yang dimiliki komputer tersebut dengan judul yang bikin ‘penasaran‘ untuk di download. Terlebih lagi, pengirim tersebut juga berasal dari orang yang dikenal. Akhirnya orang tersebut mendownload file tersebut dan komputernya-pun sukses terinfeksi virus melissa. Email orang tersebut akan otomatis mengirimkan email – email yang sama ke kontak yang mereka miliki.

Walaupun virus ini tidak mengambil informasi penting seperti nomor credit card atau password lainnya, namun karena ulah virus ini, hampir 20% komputer di dunia terinfeksi virus ini pada tahun 2009.

Baca lainnya  6 Bangunan Pra-Sejarah Paling Misterius di Dunia

3Kasus Sony Playstation Network Hack (2011): Korban Mencapai 77 Juta User


Salah satu perusahaan konsol entertainment terbesar di dunia, Playstation, ternyata juga tidak luput dari kasus hacking. Pada tahun 2011, seorang penyusup berhasil membobol user database milik Sony dalam Playstation Network. Database tersebut berisikan informasi – informasi tentang kontak user, login, hingga password 77 juta user Playstaion Network. Tetapi, untungnya Sony mengklaim penyusup tersebut tidak berhasil meretas sistem informasi credit card para user.

Walaupun pihak Sony langsung bergerak cepat untuk menutup celah yang ‘bolong‘ tersebut, namun kasus ini tetap diingat oleh para gamers. karena korban – korbannya adalah orang – orang yang tentunya sangat melek teknologi.

2Kasus LinkedIn 2016: Korban Mencapai 117 Juta User


Media sosial juga tidak luput dari serangan para hacker. Sebut saja LinkedIn, media sosial terbesar untuk kalangan profesional ini ternyata juga sempat dibobol oleh hacker. Hacker tersebut berhasil mendapatkan informasi login & password pada tahun 2012 dan dijual ke digital black market pada tahun 2016. Tetapi sayangnya, pihak LinkedIn baru sadar jika sistem & data mereka dibobol 4 tahun kemudian alias pada tahun 2016.

Baca lainnya  Cat Rumah Ini Bisa Memberikan Energi Listrik Untuk Rumah Kalian!

1Kasus Stuxnet Worm 2010: Memblok Program Nuklir Iran!


Kasus hacking yang terbesar & bisa jadi paling membahayakan di Dunia adalah kasus Stuxnet Worm pada tahun 2010 lalu. Virus worm ini disebut – sebut sebagai salah satu cara spionase Amerika Serikat. Mengapa membahayakan? Virus Stuxnet Worm ini masalahnya menyerang ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) milik Iran. Disebut – sebut, stuxnet worm ini dapat mengontrol sistem Pembangkit Listrik Nuklir Iran, seperti menghidupkan & mematikan mesin, mengontrol suhu monitor, dan mengontrol 5000 – 8800 uranium yang sedang dalam proses.

Itu dia 5 kasus hacking atau peretasan yang terbesar & terpopuler di Dunia. Menurut Spacer, kasus peretasan nomor berapa yang paling banyak memberikan dampak merugikan? Yuk tulis opini kalian di kolom komentar dibawah ya 🙂

Sumber Utama: Lifewire.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here