Anak Berusia 14 Tahun Ini Berhasil Ciptakan ChatBotnya Sendiri!

Sumber : TechCrunch

Sobat SPACERS, mungkin sebagian dari kalian pernah mendengar istilah ChatBot, bukan? Ya! ChatBot merupakan sebuah program yang dijalankan berdasarkan prinsip Artificial Intelligence (AI) yang memungkinkan program tersebut dapat berinteraksi dengan manusia melalui sistem percakapan yang biasanya dilakukan secara online. ChatBot ini sendiri di-desain sedemikian rupa agar benar-benar menyerupai manusia. Sehingga, masyarakat atau publik akan merasa bahwa mereka sedang berinteraksi dengan manusia sungguhan.

Sumber : TechCrunch

ChatBot ini sebenarnya sudah sejak lama coba dikembangkan oleh para ilmuwan dunia. Namun, baru tahun-tahun belakangan inilah fenomena chatbot ini muncul ke permukaan. Pada tahun lalu, 2 perusahaan raksasa asal negeri paman sam, yaitu Microsoft dan Facebook, berhasil meluncurkan chatbot-nya masing-masing. Facebook meluncurkan chatbot-nya yang dinamakan “Messenger Platform”, sementara Microsoft meluncurkan versi chatbot-nya sendiri yang diberi nama “Tay.” Namun, kedua inovasi ini menuai kritik karena beberapa masalah yang muncul, sehingga membuat banyak pihak berpendapat bahwa kedua chatbot ini telah “gagal.” Chat Bot AI milik facebook, yaitu “Messenger Platform”, awalnya diharapkan dapat menjadi perintis bagi perkembangan teknologi chatbot di masa depan. Namun, harapan ini sirna setelah laporan terbaru oleh facebook menyatakan bahwa chatbot AI nya mengalami kegagalan sebesar 70%. Tidak dirinci lebih lanjut mengenai fator kegagalan ini, meskipun pihak facebook menyatakan bahwa performa AI bot mereka sangatlah mengecewakan.

Baca lainnya  Facebook Luncurkan Fitur Untuk Membantu Mengurangi Angka Bunuh Diri?

Kejadian yang kurang lebih sama menimpa microsoft, dimana chatbot-nya yang diberi nama “Tay” juga terpaksa dibuat offline hanya beberpaa saat setelah diluncurkan. Salah satu faktor yang menyebabkan microsoft terpaksa membuat “Tay” offline adalah karena banyaknya laporan dari pengguna twitter yang mengeluhkan bahwa “Tay” telah melontarkan kata-kata yang sifatnya kasar, kurang sopan, dan berbau SARA. Hal ini pun membuat pihak Microsoft segera menonaktifkan Tay.

Baca lainnya  Resmi! Ini Dia Penyebab Utama Galaxy Note 7 Meledak!
Sumber : BBC

Kedua contoh diatas merupakan contoh teknologi chatbot yang dikembangkan oleh 2 perusahaan raksasa dunia. Namun, apa jadinya apabila chatbot ini brhasil dikembangkan oleh seorang anak berusia 14 tahun? Ya! Seorang anak berusia 14 tahun asal Kanada bernama Alec Jones berhasil mengembangkan chatbot-nya sendiri yang diberi nama Christopher Bot. Alec Jones sendiri mengatakan bahwa ia menghabiskan waktu selama kurang lebih 6 bulan untuk mengembangkan Christopher Bot ini. Alec sendiri mengatakan bahwa tujuan utama dirinya menciptakan bot ini adalah untuk membantu para siswa dalam mengingat tugas sekolahnya (PR). Cara kerja chatbot ini pun cukup sederhana. Siswa/Siswi hanya perlu membagikan jadwal pelajarannya dengan christopher bot. Nantinya, pada setiap akhir pelajaran, chatbot ini akan mengirimkan pesan otomatis kepada masing-masing siswa, dimana christopher bot akan bertanya kepada siswa/siswi tersebut “Apakah ada PR yang diberikan?” Alec Jones pun mengatakan bahwa ia bangga dengan pencapaiannya ini, mengingat Chatbot ini merupakan eksperimen pertamanya yang mampu membantu para siswa/siswi dalam menyelesaikan masalahnya.

Baca lainnya  Punya Fitur Tokcer Tapi Harganya Terjangkau? Kira-Kira Handphone Apa Saja Ya?

Nah, sobat SPACERS, keren ya apa yang dilakukan oleh Alec. Semoga kedepannya akan ada banyak lagi para generasi muda yang mampu membuat pencapaian serupa dengan Alec!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here