Film Lawas A Clockwork Orange Ternyata Pernah Di-“Banned” Di Inggris Lho! Kira-Kira Kenapa Ya?

Sobat SPACERS, tidak perlu kita pungkiri lagi kalau industri Hollywood jadi impian terbesar bagi hampir seluruh aktor dan aktris di seluruh dunia. Menurut mereka, dapat ber-akting di film Hollywood merupakan suatu pencapaian yang luar biasa dan akan membuat mereka bangga seumur hidup. Maklum, Hollywood merupakan pusatnya film-film dunia, sehingga kalau dapat berakting di film-film Hollywood akan jadi salah satu pencapaian tertinggi dalam hidup sang aktor/aktris. Kita sebagai orang Indonesia patut berbangga guys, karena sudah ada beberapa aktor Indonesia yang sukses bermain di film Hollywood. Aktor-aktor tersebut diantaranya Joe Taslim, Iko Uwais, dan Yayan Ruhian.

Nah, alasan lain kenapa mereka ingin bermain di pasarnya yang besar, serta jaminan kalau film Hollywood bakal sukses di seluruh dunia. Artinya, kalau kita bermain di sebuah film Hollywood, maka 90% film kita bakal sukses dan ditonton banyak orang di seluruh dunia. Selain itu, pasar Hollywood juga besar, dimana setiap mereka merilis film baru, kemungkinan besar film itu akan mampu menarik banyak penonton.

Baca lainnya  Valerian and the City of a Thousand Planets: Film Sci-fi Berkonsep 'Segar'?

Tapi, tunggu dulu! Ternyata, tidak semua film Hollywood sukses dan “diterima” di seluruh dunia. Usut punya usut, ternyata ada beberapa film terkenal dunia yang di-“Banned” atau di larang tampil di beberapa negara karena berbagai alasan. Dan, salah satu filmnya adalah A Clockwork Orange. Nah, kira-kira apa ya yang bikin salah satu film terbaik dunia ini di-“Banned” di Inggris? Yuk kita ikuti ulasannya berikut ini.

A Clockwork Orange

Baca lainnya  Dijamin Kalian Bakal Kaget Setelah Tahu Kalau Film-Film Ini Ternyata Merupakan "Real Story"
Sumber : Blu-Ray.com

Kalian mungkin belum pernah mendengar judul film ini. Tapi, hal itu sangatlah maklum karena film ini memang sudah dirilis sejak lama. Film ini dirilis tahun 1971 dan merupakan salah satu film yang cukup sukses di industri perfilman global pada waktu itu. Di-sutradarai oleh Stanley Kubrick, film ini bercerita mengenai sekelompok gang brutal di London bernama Droogs yang dipimpin oleh seorang kriminal bernama Alex DeLange. Suatu ketika, mereka melakukan berbagai kejahatan “ekstrim”, diantaranya menyiksa, memperkosa, hingga mencuri. Alex pun ditangkap pihak berwajib dan dihukum 14 tahun penjara. Setelah itu, Alex pun mengikuti sebuah terapi percobaan untuk me-rehabilitasi kriminal dan berhasil. Namun, setelah itu Alex justru jadi korban “bullying” oleh orang lain, termasuk oleh bekas anggota gang-nya. Dan, cerita pun berlanjut mengikuti alur kehidupan Alex setelah itu.

Baca lainnya  Guardian of Galaxy Vol. 2 Menawarkan Lima Post Credit Scene!
Sumber : The Athena Cinema

Nah, dengan jalan cerita yang menarik, film ini pun sukses di box office dunia. Tapi, ternyata film ini merupakan salah satu film terkenal yang di-“banned” di Inggris karena Lembaga Sensor di Inggris menyatakan kalau film ini tidak layak ditampilkan di box office Inggris. Salah satu alasannya adalah karena film ini terlalu banyak mengandung adegan yang menunjukkan kekerasan. Selain itu, adegan-adegan “kurang layak” yang ditampilkan di film ini pun juga jadi alasan pelarangan tersebut. Maklum, pada zaman itu teknologi sensoring belum begitu banyak digunakan, sehingga kebanyakan film pada masa itu menampilkan semua adegannya tanpa proses sensor.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here