Ilmuwan Jerman Membuat Matahari Buatan Terbesar, Panasnya 3.000 Celcius!

Ilmuwan Jerman Membuat Matahari Buatan Terbesar, Panasnya 3.000 Celcius
Source Photo: http://www.focus.de/

Halo Sobat Spacer! Untuk kebutuhan semua makhluk hidup, pastinya membutuhkan sinar matahari setiap harinya. Karena salah satu fungsi sinar matahari adalah sebagai salah satu komposisi penting untuk tumbuhan menghasilkan oksigen untuk makhluk hidup. Tapi, baru – baru ini, ilmuwan dari Jerman telah berhasil menciptakan Matahari buatan atau ‘artificial sun‘ yang dapat menghasilkan panas hingga 3,000 derajat celcius! Seperti apa bentuk matahari buatan tersebut & untuk apa fungsinya? Simak berita berikut ini!

The Largest Artificial Sun atau Matahari Buatan Terbesar, Panasnya Hingga 3.000 Celcius!

Dilansir dari National Post, Para ilmuwan di Jerman berhasil menciptakan sebuah ‘The Largest Artificial Sun‘ atau Matahari Buatan Terbesar di Dunia. Matahari Buatan Terbesar di Dunia atau disebut juga sebagai ‘Synlight‘ tersebut memiliki desain seperti sarang lebah yang memiliki 149 titik lampu. Lampu – lampu tersebut menggunakan unsur kimia Xenon yang biasanya digunakan didalam gedung bioskop. Setiap lampu tersebut mempunyai jarak titik sebesar 20×20 centimeter.

Ilmuwan – ilmuwan German yang berasal dari German Aerospace Center ini dapat menghasilkan intensitas yang setara dengan 10,000 kali jumlah radiasi yang sampai ke permukaan bumi dari Matahari sesungguhnya. Matahari buatan ini dapat menghasilkan panas hingga 3.000 Celcius.

Berfungsi Untuk Menghasilkan Hydrogen

Lalu, untuk para ilmuwan menciptakan matahari buatan ini? Apakah untuk menandingi matahari yang ada di alam semesta? Mungkin Spacer juga mempunyai pertanyaan tersebut, bukan? Jawabannya tentu tidak! Matahari Buatan ini diciptakan untuk memproduksi gas Hydrogen dalam jumlah besar. Hydrogen disebut juga sebagai salah satu bahan bakar dimasa depan karena jika dilakukan pembakaran, maka tidak menghasilkan emisi karbon. Hydrogen juga sekarang – sekarang ini sudah mulai digunakan untuk bahan bakar kendaraan mobil hingga pesawat terbang.

“We’d need billions of tonnes of hydrogen if we wanted to drive aeroplanes and cars on CO2-free fuel,” said Hoffschmidt. “Climate change is speeding up so we need to speed up innovation.”

Dilansir dari Guardian, menurut kepala riset proyek Synlight ini, Prof Bernard Hoffschmidt, mengatakan “Kami membutuhkan miliaran ton Hyrogen jika kami ingin menjalankan pesawat dan mobil yang bebas emisi CO2. Perubahan iklim mengalami perubahan yang cepat jadi kami membutuhkan inovasi yang cepat“.

Synlight ini juga dapat berfungsi untuk ‘menembakan‘ intensitas cahaya ke air yang nantinya akan menghasilkan Hydrogen. Lalu gas hydrogen tersebut dapat menggerakkan turbin untuk membangkitkan tenaga listrik. Seperti yang kita tahu, pembangkit listrik di dunia masih banyak yang menggunakan minyak bumi / batu bara sehingga menghasilkan emisi karbon yang berbahaya untuk perubahan iklim. Oleh karena itu, Hydrogen ini disebut sebagai sumber energi listrik dimasa depan karena hasil pembakarannya yang tidak meninggalkan emisi karbon.

Nah, apa tanggapan Spacer tentang Matahari Buatan ini? Apakah kira – kira akan bermanfaat untuk membantu mengurangi efek perubahan iklim bumi akibat global warming? Yuk tulis tanggapan Spacer di kolom komentar dibawah 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here