Sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya, tahun 2016 dihiasi dengan persaingan yang terjadi di industri smartphone global antara 2 perusahaan smartphone terkemuka dunia, yaitu Apple dan Samsung. Dalam beberapa tahun terakhir kedua perusahaan ini selalu mendominasi pasar smartphone dunia, dan secara konstan, baik Apple dan Samsung selalu melakukan inovasi-inovasi dengan tujuan untuk menciptakan produk smartphone yang lebih baik dari kompetitornya.

Namun, ternyata tahun 2016 merupakan tahun yang kurang baik bagi kedua perusahaan tersebut. Hanya berselang beberapa bulan setelah diluncurkan, Samsung mengambil salah satu keputusan terbesar dalam sejarah perusahaan tersebut berdiri dengan menarik produk smartphone barunya, yaitu Samsung Galaxy Note 7, dari pasar smartphone dunia.

Sumber : CNET

Hal ini dikarenakan banyaknya komplain dari para pengguna Samsung Galaxy Note 7 bahwa Baterai dari smartphone tersebut dapat meledak atau terbakar dengan sendirinya. Setelah banyaknya komplain yang diterima oleh pihak perusahaan, akhirnya Perusahaan elektronik dan smartphone asal negeri ginseng tersebut menghentikan penjualan dan menarik seluruh produk Samsung Galaxy Note 7 dari pasar smartphone global. Selain itu juga, pihak Samsung akhirnya menawarkan program baru kepada para konsumen yang telah terlanjur membeli produk Samsung Galaxy Note 7, dimana program ini memperbolehkan semua pengguna Samsung Galay Note 7 untuk menukar perangkatnya dengan perangkat lain yang diproduksi oleh Samsung yang memiliki harga yang kurang lebih sama. Masalah yang mendera Samsung ini menyebabkan perusahaan asal Korea Selatan tersebut menderita kerugian sebesar 3 Miliar Dolar Amerika Serikat.

Baca lainnya  Salah Satu Fitur Keamanan Samsung S8 Bisa dibobol?

Apple Juga Mengalami Hal yang Sama

Ternyata, tidak hanya Samsung yang mengalami masalah yang berkaitan dengan system Baterai pada smartphonenya. Pesaingnya, Apple, juga menderita hal yang serupa dengan produk iPhone 6 dan iPhone 6S, dimana kedua produk baru yang diluncurkan oleh Apple tersebut mendapat banyak komplain dari para penggunanya. Komplain yang muncul adalah kejadian mati mendadaknya iPhone 6 dan iPhone 6S yang mereka gunakan ketika persentase baterai masih tersisa 30% hingga 50%. Kejadian ini ditanggapi Apple dengan melakukan hal serupa dengan Samsung, yaitu menghimbau kepada para pengguna iPhone 6 dan 6S untuk menukarkan perangkatnya dengan perangkat Apple yang lain.

Baca lainnya  Fakta-Fakta Penting Yang Perlu Diketahui Para Investor Apple Mengenai App Store (Part 2)
Sumber : Red Rebel Case

Masalah yang dialami oleh Apple ternyata tidak berhenti sampai disitu saja. Produk andalan Apple lainnya, yaitu Macbook Pro, juga mengalami masalah ketika biro Konsumen di Amerika Serikat (U.S Consumer Reports) memberitakan bahwa daya tahan baterai pada MacBook Pro yang dikembangkan oleh Apple tidak dapat ditentukan setelah test yang dilakukan menunjukkan bahwa daya tahan baterai pada produk Apple MacBook Pro bervariasi antara 19.5 Jam dan 4.5 Jam. Test ini dilakukan pda perangkat MacBook Pro berukuran 13 Inci. Pihak Apple pun segera merespons dengan mengataka bahwa pihak perusahaan sedang bekerja sama dengan biro Konsumen Amerika Serikat untuk mengatasi masalah ini.

Baca lainnya  iPhone 7 Jet Black - Si Cantik yang Tak Tahan Goresan
Sumber : CNET

Kegagalan-Kegagalan diatas membuktikan bahwa produk-produk yang baru diluncurkan tidak selamanya berhasil dan tidak selalu lebih baik dari para pendahulunya. Ini juga membuktikan bahwa terkadang, kita perlu gagal untuk mencapai kesuksesan yang lebih baik lagi. Semoga, keduanya bisa lebih baik lagi di tahun 2017 mendatang ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here