The Legend of Zelda : Breath of The Wild Review

Sumber : PC Advisor

Memainkan Hyrule of The Legend of Zelda : Breath of The Wild, spacers akan menemukan pemandangan yang menakjubkan seperti benteng yang besar, dataran terbuka yang luas dan menara-menara tinggi. Namun menurut desainer open-world game sendiri, kedua fitur Hyrule yang paling menonjol adalah persegi panjang dan segitiga.

Konverensi Computer Entertainment Developer tahunan merupakan konferensi developers game versi jepang, yang mana sebuah acara berkumpulnya para pengembang untuk saling berbagi teknik, bertukar saran hingga menjalin pertemanan. Jika selama ini Nintento bersikap tertutup mengenai proses pengembangannya, namun beberapa tahun terakhir mereka pun telah membuka diri.  CEDEC 2017 bulan lalu menampilkan tidak kurang dari delapan panel yang ditujukan untuk Breath of The wild, dengan membahas grafis, level desain, suara, debugging dan juga topik yang lebih spesifik.

Baca lainnya  5 Tips dan Triks PvP di Minecraft 1.9 ke atas

Menariknya, Nintendo telah berhasil membangun sebuah open world, yang tidak hanya luas tetapi juga penuh misteri. Dunia ini bukan saja sebagai taman bermain yang dapat diekspolari sesuka spacer, tetapi juga memuat tantangan ekstra yang menjadikan Breath of The Wild memiliki elemen survival dengan luar biasa. Hyrule merupakan tempat yang begitu indah, namun membawa banyak kematian untuk link yang mengalami kegagalan dalam mempersiapkan diri.

Baca lainnya  Andrew Reinhard : No Man’s Sky Pandangan Arkeologi dalam Dunia Buatan

Selain itu presentasi dunia terhadap Breath of The Wild dirasa cukup unik melalui perbedaan karakteristik perilaku dan kebudayaan dari tiap ras sebagai penghuni tiap sudutnya. Belum agi peran mereka yang terlihat signifikan lewat fakta dimana diantara  mereka telah diberikan tanggung jawab untuk dapat mengatur Divine Beast agar bisa di desain, demi menundukkan Ganon.

Baca lainnya  Bagaimana Rasanya Nikah Dengan Wanita VR?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here