Pesawat Ulang-Alik NASA, Juno, Akan Tetap Mengitari Orbit Jupiter Sampai Akhir Misi

Sumber : Spaceflight101

Sobat SPACERS, dunia luar angkasa memang banyak menyimpan misteri yang banyak belum diketahui oleh manusia. Dari zaman dahulu sampai sekarang, meskipun sudah ratusan, bahkan ribuan penelitian dilakukan oleh banyak ahli astronomi dan astrofisika dari seluruh dunia, tetap saja masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab mengenai luar angkasa itu sendiri. Untuk itulah, peneliian-penelitian mengenai luar angkasa terus dilakukan, tidak hnay saat ini, namun juga untuk kedepannya, dengan harapan agar manusia menjadi lebih paham lagi mengenai “misteri” yang dimiliki oleh luar angkasa.

Luar angkasa memiliki banyak hal yang selalu menimbulkan rasa ingin tahu dari manusia, mulai dari planet-planet selain bumi, sistem orbit bintang dan planet, bulan, benda-benda luar angkasa, matahari, black hole, sistem galaksi, dan sebagainya. Dan, sampai sekarang ini, studi-studi ataupun penelitian-penelitian yang dilakukan untuk memahami hal-hal ini pun masih terus dilakukan. Dari hasil banyak penelitian, beberapa pun berbuah hasil yang dapat menjadi pengetahuan baru bagi manusia, diantaranya penemuan beberapa planet baru, ditemukannya galaksi baru diluar andromeda dan bima sakti, waktu yang dibutuhkan setiap planet untuk mengitari matahari, dan sebagainya.

Baca lainnya  Pabrik Pembuat Baterai Smartphone Samsung Terbakar!
Sumber : Spaceflight101

Untuk melakukan penelitian-penelitian tersebut, beberapa alat “canggih” seperti teleskop, alat pengukur, dan alat-alat canggih lainnya pun dibutuhkan agar para ilmuwan dapat mempelajari luar angkasa secara lebih rinci lagi Namun, ada saatnya dimana alat-alat terebut tidak dapat digunakan untuk beberapa kasus tertentu. Dan, untuk kasus “spesial” ini, biasanya sebuah robot luar angkasa harus dikirimkan untuk meneliti objek-objek di luar angkasa secara lebih detail. Cara kerja spacecraft ini pun cukup sederhana. Setelah diluncurkan, robot atau pesawat luar angkasa tanpa awak ini biasanya akan menempuh perjalanan yang cukup panjang. Setelah sampai ke objek yang dituju, robot atau pesawat ini akan mengitari objek tersebut, sembari mengirimkan gambar-gambar dan data-data kepada stasiun pusat di bumi.

Baca lainnya  Selfie dengan Vivo V5 Plus Yuk!
Sumber : Universe Today

Nah, salah satu dari banyak pesawat yang dikirimkan adalah Juno. Diproduksi oleh Lockheed Martin, Juno pertama kali diluncurkan pada Agustus 2011. Namun, baru pada bulan Juli 2016, Juno berhasil mencapai orbit Jupiter dan mulai mengitari planet raksasa tersebut. Merupakan spacecraft kedua setelah Galileo yang dikirim untuk meneliti Jupiter secara lebih rinci, Juno “terpaksa” harus tetap mengorbit selama 53 hari di Jupiter. Diumumkan oleh NASA, hal ini merupakan sebuah kemunduran mengignat Juno diproyeksikan akan selesai mengorbit Jupiter setelah 14 hari. Keputusan ini pun diambil untuk menghindarkan Juno dari “kejaidan yang tidak diinginkan” seperti terpapar radiasi dari planet tersebut. Sehingga, meskipun harus mengorbit untuk waktu yang lebih lama, keputusan ini dapat menghindarkan Juno dari bahaya.

Baca lainnya  Restore-L : Robot Luar Angkasa NASA Untuk Perawatan Satelit Luar Angkasa

Saat ini, Juno dijadwalkan akan mengorbit sampai dengan Juli 2018. Setelah itu, para ilmuwan aka meng-evaluasi spacecraft ini. Setelah misi dianggap selesai, spacecraft Juno ini akan “diledakkan” di orbit Jupiter dan terbakar di atmosfer Jupiter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here