Samsung Kembangkan Prosesor Terbarunya, Yaitu Exynos 8895

Sumber : Rayarena

Sobat SPACERS, seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa pada awal tahun ini, Apple melayangkan gugatan terhadap supplier prosesor utamanya, yaitu Qualcomm. Gugatan ini didasari oleh fakta bahwa Apple merasa bahwa Qualcomm secara tidak adil mengubah kebijakan pembagian royaltinya, sehingga hal ini dianggap telah merugikan pihak Apple. Tidak hanya itu, Apple juga menuduh Qualcomm telah melakukan monopolisasi pasar di Amerika. Langkah Apple ini sendiri mendapatkan sedikit dukungan dari para pembuat smartphone lainnya yang mendorong Qualcomm agar mereka dapat mengubah kebijakan royaltinya dengan menurunkan harga royalti dari prosesor atau chips yang dipatenkan oleh Qualcomm. Qualcomm sendiri memperoleh sebagan dari keuntungannya dari paten ini. Yang lebih menghebohkannya lagi, Apple menuntut Qualcomm tidak hanya di Amerika, namun juga di 2 negara lainnya, yaitu China dan UK.

Baca lainnya  Takut Kalah Saing Dengan Robot Pintar? Beberapa Pekerjaan Ini Mungkin Bisa Jadi Alternatif Bagus Buat Kamu Untuk Bekerja
Sumber : Mobilescout

Tentu saja konflik diantara kedua perusahaan raksasa ini membuat banyak perusahaan-perusahaan mencoba untuk menghindari terjadinya konflik ini dengan cara mencari supplier lain, ataupun mencoba menciptakan prosesornya sendiri. Hal ini pun sudah mulai dpraktikan oleh perusahaan Smartphone asal China, yaitu Xiaomi. Pada awal tahun ini, Xiaomi meluncurkan prosesor terbaru mereka yang diberi nama “Pinecone.” Prosesor ini pun memiliki spesifikasi yang tidak kalah dengan prosesor-prosesor canggih lainnya. “Pinecone” ini sendiri dipasangkan untuk pertama kalinya di smartphone Xiaomi terbaru, yaitu Xiaomi Mi 5C.

Namun, ditengah konflik yang tengah memanas antara Apple dan Qualcomm, dan juga kesibukan beberapa perusahaan Smartphone dalam mencari alternatif untuk menghindari konflik ini, Samsung sepertinya tidak begitu terkena dampak atas hal ini. Hal ini karena sejak lama Samsung dikenal sebagai satu dari beberapa perusahaan yang telah memproduksi prosesornya sendiri. Hal ini pun membuat Samsung tidak perlu repot-repot membeli banyak prosesor dari supplier luar. Selain lebih hemat, tentu saja langkah ini dapat menghindari Samsung dari kemungkinan konflik yang mungkin terjadi antara perusahaan dengan suppliernya, seperti yang terjadi dalam kasus Apple dan Qualcomm. Meskipun Samsung pernah membeli prosesor dari Qualcomm untuk perangkat Samsung Galaxy S7 yang dijual di China dan Amerika, namun hal ini semata-mata untuk tujuan kompatibilitas, dimana prosesor Qualcomm Snapdragon ini mampu mendukung jaringan CDMA yang masih digunakan di kedua negara tersebut.

Baca lainnya  Handphone "Legendaris" Ini Kembali Dirilis Tahun 2017
Sumber : Rayarena

Nah, baru-baru ini, Samsung meluncurkan prosesor terbarunya, yaitu Exynos 8895. Prosesor ini merupakan hasil pengembangan dari prosesor Exynos jenis sebelumnya, yaitu Exynos 8890 yang digunakan oleh Galaxy S7. Prosesor terbaru ini pun akan dipasangkan pada perangkat Samsung Galaxy S8, dan akan memulai “debutnya” di perangkat tersebut. Mengenai Exynos 8895 ini sendiri, pihak Samsung mengatakan bahwa prosesor ini akan meningkatkan performa perangkat sebesar 27% dibandingkan dengan Exynos edisi sebelumnya. Tidak hanya itu, Samsung juga meng-klaim bahwa prosesor ini akan menghemat baterai perangkat hingga 40%. Selain itu, prosesor Exynos 8895 juga di-klaim memiliki kecepatan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan jenis sebelumnya. Kemampuan dair prosesor ini pun diharapkan dapat membuat performa Galaxy S8 lebih baik dibandingkan dengan Galaxy S7.

Baca lainnya  Ini Dia Alasan Xioami Mi 6 Tidak Ada Jack Audio 3.5mm

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here