The Wolf of Wall Street : Salah Satu Film Yang Kena “Banned” di Beberapa Negara di Dunia

Sobat SPACERS, popularitas industri perfilman dunia memang sedang meningkat saat ini. Tidak hanya Hollywood, namun juga film-film non-Hollywood juga sedang mengalami peningkatan, terutama dalam hal “ratings.” Bukan hanya mereka dipuji karena dapat membuat film dengan jalan cerita yang menarik, namun juga karena akting para aktor/aktrisnya yang dianggap sukses. Mereka dianggap berhasil mendalami karakternya dengan baik. Alhasil, di era ini, tidak hanya film-film Hollywood yang berhasil meraih penghargaan bergengsi dunia di industri perfilman, namun juga film-film non-Hollywood.

Selain banyak meraih penghargaan, banyak dari film-film tersebut yang “laku keras” di box office dunia. Artinya, film-film tersebut, baik Hollywood maupun non-Hollywood mampu menarik banyak masyarakat dunia untuk menonton film tersebut. Alhasil, film ini pun jadi sukses dan terkenal di dunia.

Baca lainnya  Deretan Film "Kontroversial" Ini Dilarang Tayang di Beberapa Negara!
Sumber : Business Insider

Tapi, ternyata tidak semua film mampu meraih kesuksesan semudah itu. Nyatanya, ada beberapa film di dunia yang justru bukannya meraih kesuksesan di suatu negara ,tapi malah dilarang tayang di negara tersebut karena berbagai alasan. Bahkan, beberapa film Hollywood pun pernah merasakan hal tersebut. Salah satu contohnya adalah film The Wolf of Wall Street. Mungkin, sebagian dari kalian sudah ada yang menonton film ini, dan sebagian lagi belum. Film ini sendiri berkisah tentang kehidupan seorang broker saham bernama Jordan Belfort, yang karirnya hancur setelah dipecat dari pekerjaannya akibat tragedi Black Monday. Black Monday adalah istilah yang digunakan di industri finansial amerika, dimana, pada Senin tanggal 19 Oktober 1987, pasar saham dunia hancur total yang mengakibatkan harga saham-saham dunia turun drastis. Tragedi ini pun juga turut merusak bursa saham Amerika, dan Jordan pun dianggap sebagai salah satu broker yang gagal mencegah hal ini terjadi.

Baca lainnya  Kejutan! Ternyata "Lois Lane", "Iron Man" dan "Agent Hunt" Juga Belum Pernah Raih Oscar Sepanjang Karirnya!

Setelah dipecat, Jordan pun bertemu dengan tetangganya yang bernama Donnie Azoff, dan keduanya pun berhasil mendirikan perusahaan baru bernama Stratton Oakmont. Tapi, sebenarnya perusahaan ini merupakan perusahaan “kotor” yang didirikan hanya untuk tujuan menipu para investor. Alhasil, di akhir cerita, Jordan pun ditangkap oleh FBI dan dipenjara. Setelah bebas dari penjara, Jordan bekerja sebagai seorang ahli penjualan yang tugasnya mengajari orang berbagai macam teknik penjualan.

Sumber : Variety

Nah, film ini pun sukses di Box Office dunia. Tapi, meskipun sukses, ternyata film ini dilarang tayang di beberapa negara, seperti Malaysia, Zimbabwe, Kenya, dan Nepal. Alasannya? Karena ada beberapa adegan dalam film ini yang dianggap tidak layak, seperti adegan dewasa, adegan narkoba, dan penggunaan kata-kata kasar oleh para karakternya. Tidak hanya itu, film ini pun harus di modifikasi ulang sebelum tayang di India, dan di Singapura, hanya mereka yang berusia diatas 21 tahun yang boleh menonton film ini. Padahal, film ini menampilkan banyak aktor-aktor Hollywood, seperti Leonardo DiCaprio, Jonah Hill, dan Margot Robbie.

Baca lainnya  Maskapai Penerbangan Ter-Aman Di Dunia (Part 3)

Wah, kalau saja film ini tidak di-“Banned” di negara-negara tersebut, mungkin film ini bisa jadi lebih sukses lagi ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here