Yuk Mengintip Gigafactory Tesla, Pabrik Raksasa Dengan Luas 126 Acre!

Source: https://electrek.co/

Spacer! Siapa sih yang gak tau tentang Tesla? Ya! Produsen mobil elektrik ramah lingkungan yang sangat terkenal di seluruh dunia. Ternyata, Tesla ini sedang mendirikan pabrik baterai untuk memasok kebutuhan baterai untuk produksi mobilnya diseluruh dunia. Pabrik ini disebut Gigafactory Tesla. Dari namanya saja, ‘Giga‘ sudah berarti sangat besar. Tetapi sebesar apa ya? Langsung aja yuk Spacer, kita intip Gigafactory Tesla!

Gigafactory Tesla, Bangunan Terluas di Dunia!

Mengintip Gigafactory Tesla Pabrik Baterai Raksasa - 2
Source: https://cleantechnica.com/

“The Gigafactory, when it’s complete, will have the biggest footprint of any building in the world. Counting multiple levels it could be as much as 15 million square feet” – Elon Musk, CEO Tesla (Business Insider)

Gigafactory atau pabrik raksasa buatan Tesla ini terletak di Kawasan Gurun sekitar Nevada, Amerika Serikat. Gigafactory Tesla ini didirikan hasil kolaborasi antara Tesla, Panasonic, & parter Tesla lainnya. Bangunan ini didirikan di lahan seluas 3.000 acre atau 1.400 hektar. Untuk luas bangunan, mempunyai luas 126 Acre atau sekitar 51 Hektar alias pabrik tersebut dapat menampung 100 Buah Pesawat Boeing Jet 747! Besar banget kan, Spacer? Oleh karena itu, Gigafactory ini disebut sebagai gedung terluas di dunia jika sudah selesai nanti. Walaupun sampai pertengahan 2017 nanti diperkirakan 31% bangunan sudah diselesaikan. Target pembangunan pabrik raksasa ini diperkirakan akan selesai pada Tahun 2020 nanti.

Baca lainnya  Neuralink, Perusahaan Elon Musk Untuk Menghubungkan Otak ke Komputer

Gigafactory Tesla Untuk Memproduksi Baterai Lithium.

Mengintip Gigafactory Tesla Pabrik Baterai Raksasa - 1
Source: http://money.cnn.com

Tujuan pembuatan Pabrik ini difokuskan untuk memenuhi pasokan baterai lithium untuk mobil Tesla. Pada tahun 2018, ditargetkan pabrik ini akan menghasilkan total baterai lithium sebesar 35 Gigawatt hours (GWh) atau setara dengan 500.000 Mobil Sedan Tesla Tipe 3s. Jika pabrik ini selesai dibangun pada 2020, maka akan dapat memproduksi baterai lithium sebesar 150 GWh. Dengan kapasitas produksi baterai hingga 150 GWh pada tahun 2020, maka Tesla sudah menyamai total produksi baterai diseluruh dunia pada tahun 2013!

“the Gigafactory will produce batteries for significantly less cost using economies of scale, innovative manufacturing, reduction of waste, and the simple optimization of locating most manufacturing process under one roof.” – Tesla

Lalu, Gigafactory Tesla ini juga bertujuan untuk memotong biaya produksi secara significant. Hal ini sangat mendukung rencana CEO Tesla, Elon Musk, untuk memproduksi Mobil Listrik Murah.

Baca lainnya  Rekor! Tesla Menjadi Mobil Listrik Paling Irit, 1.000KM+ Dengan 1x Charge!

Gigafactory Tesla, Menjadi Pionir Pertama Pabrik Ramah Lingkungan.

Mengintip Gigafactory Tesla Pabrik Baterai Raksasa - 3
Source: https://electrek.co/

Tidak hanya dikenal dengan luas dan kemampuan produksi baterai lithium-nya saja. Gigafactory milik Tesla ini juga dikenal sebagai Pabrik Paling Ramah Lingkungan di Dunia, lho! Bayangkan saja untuk mengoperasikan pabrik ini, tidak menggunakan energi konvensional seperti energi fosil. Tetapi sumber listrik pabrik ini 100% berasal dari energi terbarukan alias New Renewable Energy seperti Tenaga Surya, Angin, dan Panas Bumi dengan dilengkapi energy-storage technology. Pabrik ini menjadi langkah Tesla untuk mencapai Net Zero Energy. Oleh karena itu, pabrik ini menjadi pionir utama pabrik ramah lingkungan dan efisien.

Baca lainnya  5 Perusahaan Teknologi Ini Siap Untuk Meng-Hack Otak Manusia

Apakah Gigafactory Tesla Akan Dibangun di Negara Lain?

Dikutip dari pernyataan Elon Musk, dibutuhkan 100 Gigafactory untuk memenuhi pasokan listrik di seluruh dunia. Tentu hal ini membuat beberapa negara tertarik untuk menyambut kedatangan ‘Gigafactory Tesla‘ dinegaranya. Tetapi, dikutip dari Electrek, Tesla akan membangun Gigafactory Jilid 2 di kawasan Eropa. Pabrik raksasa jilid II tersebut diprediksi akan membuat baterai dan mobil. Otomatis dapat memenuhi permintaan akan mobil Tesla di kawasan Eropa.

Kira – kira, kapan ya Tesla beserta Gigafactory-nya masuk ke Indonesia? Well, semoga saja dimasa depan, kita akan merasakan manfaat dari Gigafactory milik Tesla di Indonesia ya Spacer!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here